Mengenal Alergi Susu Sapi Bagi Anak

Discussion in 'User Lounge' started by nisrina, Mar 15, 2017.

Remove Advertisements
  1. nisrina

    nisrina Member

    Posts:
    16
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    0
    Phone:
    Asus
    Susu sapi adalah susu yang banyak digunakan sebagai susu pendamping ASI maupun susu yang dikonsumsi sehari-hari oleh anak yang sudah tidak mengkonsumsi ASI. Selain dalam bentuk susu, susu sapi juga diolah kembali menjadi berbagai produk makanan seperti keju, kue dan sebagai minuman seperti yogurt. Banyaknya produk olahan susu ini dikarenakan susu sapi memiliki kandungan gizi yang lengkap yang baik untuk manusia terutama anak-anak. Pemberian susu sapi dilakukan terutama karena ASI yang dihasilkan ibu tidak dapat selalu diproduksi sedangkan kebutuhan gizi anak harus dipenuhi setiap harinya. Namun bagaimana jika anak mengalami alergi susu sapi? Berikut ini Anda akan diajak untuk mengenal alergi susu sapi lebih dekat.

    Alergi susu sapi adalah keadaan dimana tubuh anak menolak atau memberikan respon negative terhadap protein susu sapi yang masuk ke dalam tubuh. Gejala yang ditunjukkan oleh anak yang mengalami reaksi jenis alergi susu sapi adalah:

    • Muntah.
    • Diare.
    • Kulit merah dan gatal.

    Apabila anak Anda mengalami reaksi tersebut setelah mengkonsumsi susu sapi di awal-awal pemberiannya, maka sebaiknya Anda segera membawa anak ke dokter anak agar dideteksi lebih lanjut. Jika anak dinyatakan positif mengalami alergi susu sapi, maka ada beberapa alternative yang dapat dilakukan yaitu:

    • Memberi ASI saja tanpa tambahan susu sapi, dengan catatan ibu juga tidak mengkonsumsi susu sapi.
    • Mengganti susu sapi dengan susu berbasis protein kedelai.
    • Jika susu kedelai juga menimbulkan alergi maka harus digunakan susu hypoallergenic yang memiliki resiko sangat rendah menimbulkan alergi.

    Setelah Anda mengenal alergi susu sapi maka setelah mengganti susu sapi dengan jenis susu yang lain, yang perlu Anda lakukan adalah mengganti supply vitamin D yang dahulu dapat dipenuhi oleh pemberian susu sapi. Dengan tidak mengkonsumsi susu sapi, Anda dapat mengganti sumber vitamin D dengan makanan yang banyak mengandung vitamin D lain yaitu brokoli, salmon, kedelai, tuna dan telur. Selain dari makanan, Anda dapat mengajak putra-putri Anda untuk berjemur di bawah sinar matahari pagi agar sinar UV yang baik dipagi hari dapat mensuplai kebutuhan vitamin D nya.
     
Remove Advertisements